no comments

Beasiswa Bidikmisi 2016-2017

Beasiswa-id.net- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian
Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program bantuan biaya pendidikan Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 berupa bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik dan tidak mampu secara ekonomi yang diselenggarakan di 104 perguruan tinggi negeri.

Penyelenggara program Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 adalah seluruh perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta terpilih di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Persyaratan untuk mendaftar Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 adalah sebagai berikut:

  1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun
    2016;
  2. Lulusan tahun 2015 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan
    ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
  3.  Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
    Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
    a. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp3.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4;
    Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi obyektif dan akurat dari Kepala Sekolah;
  5. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan
    ketentuan:
    a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
    1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
    2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
    3) Seleksi mandiri PTN.
    b. Politeknik, UT, dan ISI
    c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.

Kuota Mahasiswa Baru Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 sebagai berikut:

  1. Kuota Bidikmisi diperuntukkan bagi mahasiswa yang lulus:
    a. SNMPTN
    b. SBMPTN;
    c. Seleksi Mandiri PTN.
    d. Seleksi di Politeknik, UT, dan ISI
    e. Seleksi di PTS
  2. Kuota Bidikmisi bagi PTN, Politeknik dan ISI dialokasikan maksimal 10% dari jumlah
    mahasiswa baru yang terdaftar dalam PDPT tahun sebelumnya.
  3. Tambahan kuota akan dipertimbangkan bagi PTN, Politeknik dan ISI, dengan kriteria
    antara lain;
    a. Memiliki kinerja pengelolaan Bidikmisi yang baik:
    a) Penetapan penerima Bidikmisi setiap semester tepat waktu;
    b) Pelaporan hasil prestasi akedemik (IPK dan lama studi) yang akurat dan tepat waktu;
    c) Pelaporan pengelolaan keuangan Bidikmisi yang akuntabel
    b. Mempertimbangkan lokasi geografis perguruan tinggi dan/atau kondisi ekonomi masyarakat setempat
  4.  Kuota Bidikmisi bagi UT ditetapkan secara khusus oleh Ditjen Belmawa dengan
    mempertimbangkan:
    a. Pelaporan hasil prestasi akademik (IPK dan lama studi) yang akurat dan tepat
    waktu;
    b. Pelaporan pengelolaan keuangan Bidikmisi yang akuntabel
  5. Kuota PTS melalui seleksi mandiri ditetapkan oleh Kopertis berdasarkan: (1) jumlah
    program studi yang memenuhi persyaratan akreditasi; (2) Kondisi geografis, karakteristik sosial ekonomi sekitar perguruan tinggi untuk kekhususan daerah 3T; dan
    (3) ketaatan perguruan tinggi terhadap azas pengelolaan yang baik. Kuota Kopertis ditentukan oleh Ditjen Belmawa dengan pertimbangan: (1) jumlah program studi yang memenuhi syarat akreditasi; (2) jumlah perguruan tinggi yang taat azas; dan (3) tingkat kemiskinan wilayah
  6. Kuota Bidikmisi yang diterima oleh Perguruan Tinggi diprioritaskan untuk Program Studi dalam rumpun ilmu terapan (Pertanian, Teknik, Arsitektur, Kehutanan dan lingkungan, Kesehatan, dan Kelautan), rumpun ilmu alam (Ilmu Kebumian, Biologi, Fisika, dan Kimia), dan rumpun ilmu formal (Matematika, Komputer, dan Statistika)
  7.  Kuota nasional akan ditentukan berdasarkan ketersediaan anggaran tahun berjalan dalam DIPA Ditjen Belmawa, Kemristekdikti.

Berapa lama sih jangka waktu pemberian Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 . Berikut ini  Jangka Waktu Pemberian Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 :

  1. Bantuan biaya pendidikan Bidikmisi diberikan sejak mahasiswa ditetapkan
    sebagaipenerima Bidikmisi di perguruan tinggi, yaitu :
    a. Program Sarjana (S1) dan Diploma IV maksimal 8 (delapan) semester
    b. Program Diploma III maksimal 6 (enam) semester
    c. Program Diploma II maksimal 4 (empat) semester
    d. Program Diploma I maksimal 2 (dua) semester
  2.  Khusus program studi Sarjana tertentu yang memerlukan pendidikan
    keprofesian dan merupakan satu kesatuan, tetap diberikan bantuan sampai lulus
    program profesi, yaitu:
    a. Pendidikan Dokter dengan penambahan maksimal 4 semester.
    b. Pendidikan Dokter Gigi dengan penambahan maksimal 4 semester.
    c. Ners maksimal dengan penambahan maksimal 2 semester.
    d. Pendidikan Dokter Hewan dengan penambahan maksimal 2 semester.
    e. Farmasi dengan penambahan maksimal 2 semester.
    f. Pendidikan Profesi lainnya yang strategis, ditetapkan oleh Dirjen Belmawa
  3. Bantuan Bidikmisi untuk program profesi diberikan kepada mahasiswa yang
    langsung melanjutkan studi keprofesiannya pada perguruan tinggi yang sama.

Apa saja keuntungan anda jika dinyatakan penerima Beasiswa Bidikmisi 2016-2017. Komponen atau jenis dana bantuan biaya pendidikan dan penggunaannya adalah:

  1. Biaya pendaftaran
    a. Pendaftar Bidikmisi dibebaskan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi mandiri pada salah satu PT (pendaftar secara otomatis akan mendapatkan fasilitas bebas bayar di dalam sistem pendaftaran SBMPTN).
    b. Pendaftar Bidikmisi yang sudah diterima melalui salah satu seleksi tidak diperkenankan mendaftar seleksi lainnya.
  2. Bantuan biaya penyelenggaraan yang dikelola perguruan tinggi, maksimal 40% dari bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per-semester per-mahasiswa yang digunakan untuk pembayaran biaya pendidikan khusus Beasiswa Bidikmisi 2016-2017.
  3. Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa, minimal 60% dari bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 3.600.000,00 (tiga juta enam ratus ribu rupiah) per-semester per mahasiswa yang ditetapkan dengan SK
    Rektor/Direktur/Ketua.
  4. Biaya Pengelolaan Bidikmisi. Biaya Pengelolaan Bidikmisi diberikan dengan rumusan 50% x Jumlah Kuota pokok yang diterima x Rp. 1.500.000,- yang dapat digunakan untuk:
    a. Biaya diseminasi informasi dan verifikasi
    b. Biaya kedatangan “at cost”
    c. Biaya hidup awal bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar kota yang
    besarnya setara dengan bantuan biaya hidup 1 (satu) bulan, maksimum untuk
    30 hari
    d. Biaya pembinaan (kegiatan pelatihan, penalaran, leadership, motivasi,
    penguasaan bahasa Inggris, dan bimbingan karir)
    e. Biaya bantuan kegiatan terkait akademik yang ditetapkan oleh perguruan tinggi
    masing-masing
    f. Biaya honorarium pengelolaan selama satu tahun, maksimal 20% dari dana
    pengelolaan

Tata cara pendaftaran Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 melalui SNMPTN, SBMPTN, PMDK Politeknik atau Seleksi Mandiri perguruan tinggi secara daring pada laman bidikmisi (http://belmawa.ristekdikti.go.id/bidikmisi) adalah sebagai berikut.

  1. Tahapan pendaftaran Bidikmisi
    a. Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi ke laman bidikmisi dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran II bagian persetujuan dan tanda tangan) untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah.
    b. Ditjen Belmawa memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja.
    c. Sekolah merekomendasikan masing-masing siswa melalui laman bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan Kode akses yang telah diverifikasi
    d. Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing masing siswa yang sudah direkomendasikan
    e. Siswa mendaftar melalui laman bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan yang diminta didalam sistem pendaftaran.
  2. Siswa yang sudah menyelesaikan pendaftaran bidikmisi mendaftar seleksi nasional
    atau mandiri yang telah diperoleh sesuai ketentuan masing-masing pola seleksi melalui
    alamat .berikut.
  3. a. SNMPTN melalui http:// snmptn.ac.id
    b. SBMPTN melalui http:// sbmptn .ac.id.
    c. PMDK Politeknik melalui http://pmdk.politeknik.or.id
    d. Seleksi Mandiri PTN sesuai ketentuan masing-masing PTN.
    e. Seleksi Mandiri PTS sesuai ketentuan masing masing PTS

Siswa yang mendaftar dan ditentukan lolos melalui seleksi masuk Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 , melengkapi berkas dan dibawa pada saat pendaftaran ulang;

  • Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari
    sistem Bidikmisi;
  • Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
  • Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala
    Sekolah;
  • Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah (bila ada);
  •  Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Beasiswa Siswa Miskin (BSM), bila ada;
  • Bagi yang belum mememnuhi syarat poin (g) diatas, maka harus membawa Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
  • Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
  • Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.

Demikian informasi  Beasiswa Bidikmisi 2016-2017 yang bisa anda coba.

MAU DIKIRIMI INFO BEASISWA TERBARU,SECARA GRATIS!!:
*Tolong cek kotak masuk email anda, dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan agar secara otomatis kami bisa mengirimkan info beasiswa terbaru kepada anda*
error: Content is protected !!